<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Septiak&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://septiak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://septiak.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jul 2010 21:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='septiak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Septiak&#039;s Blog</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://septiak.wordpress.com/osd.xml" title="Septiak&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://septiak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jalan Panjang&#8230;</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/07/03/jalan-panjang/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/07/03/jalan-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 20:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Lelah, itu kata yang pantas aku ucapkan meski ada banyak kebahagiaan yang aku dapat. Kemarin memang membuatku bosan berada di kosan. Awalnya aku ingin menonton salah satu film favoritku, Eclipse. Berusahalah aku mencari partner untuk menontonnya. Tapi sayang, tak satu &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/07/03/jalan-panjang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=110&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lelah, itu kata yang pantas aku ucapkan meski ada banyak kebahagiaan yang aku dapat. Kemarin memang membuatku bosan berada di kosan. Awalnya aku ingin menonton salah satu film favoritku, Eclipse. Berusahalah aku mencari partner untuk menontonnya. Tapi sayang, tak satu pun dari beberapa teman yang aku ajak mau menemaniku. Akhirnya aku putuskan untuk tetap berdiam di kosan. Tidur, itulah yang aku lakukan di kosan. Sampai akhirnya aku terbangun dan sebuah sms bertengger di HP&#8217;ku. Nisa, itu nama yang muncul di Inbox&#8217;ku. Dia menawarkan perjalanan menuju PRJ. Aku pun menyetujui ajakannya.</p>
<p>Butuh waktu hampir satu jam untuk bersiap. Tepat pukul 16.30 aku berangkat ke tempat yang kami sepakati untuk bertemu. Hampir setengah jam aku menunggu Nisa di depan Al-Amin. Kami berangkat bersama pukul 17.00. Tujuan pertama kami adalah stasiun Bogor. Dengan krl ekonomi ac kami berangkat ke Jakarta. Ternyata krl yang kami naiki adalah krl jurusan Tanah Abang. Kami turun di Manggarai untuk transit dan mengganti krl. Beberapa menit kemudian krl tujuan Jakarta Kota tiba di Manggarai. Kami pun naik dan turun di Juanda sesuai petunjuk dari teman kami.</p>
<p>Kebingungan harus naik apa, kami pun bertanya pada orang di stasiun yang ternyata pendatang juga. Alhasil, dia tidak bisa memberikan bantuan apa-apa. Aku memutuskan untuk menghubungi teman yang tinggal di Jakarta. Teman yang pertama aku hubungi tidak begitu paham tentang transportasi di sekitar kami berada. Lalu aku menghubungi teman berikutnya yang sedikit membantu. Menunggu kabar selanjutnya darinya, kami memutuskan bertanya di kantor polisi. Dari semua saran, kami pun naik bajaj dengan tarif yang semula 25ribu menjadi 15ribu.</p>
<p>Senangnya, pertama kali bagiku menaiki kendaraan itu. Malam di Jakarta, sungguh menyenangkan. Kami sampai di PRJ sekitar pukul 20.15. Kami pikir untuk masuk PRJ tanpa biaya alias gratis. Ternyata eh ternyata kami harus merogoh kocek sebesar 20ribu. Kami diberi masing-masing satu tiket dan voucher. Masuklah kami ke PRJ.</p>
<p>PRJ itu tak lebih dari sekedar MOL (pikir kami). Untuk apa susah-susah ke Jakarta dan bayar 20ribu kalau hanya untuk melihat MOL. Kami memilih baju yang ada di MOL yang kami pikir PRJ sesungguhnya. Aku membeli sebuah baju yang mungkin relatif murah. Semua orang membawa bingkisan yang berisi makanan. Kami bingung dimana bisa mendapatkannya. Kami turun dan mencari asal orang-orang membawa bingkisan itu.</p>
<p>Dan aku sedikit terkejut, ternyata itu PRJ yang sesungguhnya. Kami berjalan-jalan melihat-lihat sekeliling. Ingin menukarkan voucher yang kami dapatkan, kami pun mengunjungi stand-stand yang vouchernya tertera pada kumpulan voucher kami. Nisa bertanya pada pelayan sebuah stand, &#8220;Mba, voucher yang 5ribu yang mana?&#8221; dan pelayan itu menjawab dengan acuh, &#8220;Belanja 55ribu dulu baru dapat&#8221;. Jadi, itu artinya bukan gratis, oh percuma&#8230;</p>
<p>Kami mengurungkan niat untuk menggunakan voucher-voucher kami. Aku membeli satu potong paparon (makanan kesukaanku, salah satunya). Tapi, kami menggunakan juga voucher kami untuk membeli minuman. Lumayan lah&#8230;</p>
<p>Lapar rasanya, kemudian kami mencari stand makanan. Sayangnya, harga tidak sesuai dengan kantong kami. Paket hemat menjadi pilihan kami. Ujung-ujungnya makan pop mie dan sebotol teh. Mau beli kerak telor, harganya 15ribu, melebihi harga paket hemat kami. Terang saja kami tidak jadi membelinya. Setelah kenyang, kami melihat-lihat stand tas dan dompet. Nisa memburu sebuah dompet dan aku hanya memilih-milih tanpa memutuskan untuk membeli.</p>
<p>Lalu, kami menuju area konser dan menonton Saykoji. Sangat menyenangkan, sampai-sampai aku terkesima dibuat olehnya. Pukul 23.30, jamku menunjukkan sudah larut malam. Aku mengingat perkataan satpam di stasiun bahwa krl terakhir yang ke Bogor pada pukul 22.30, itu tandanya kami sudah ketinggalan kereta. Ya sudahlah&#8230;</p>
<p>Konser berakhir dan kami berjalan keluar arena PRJ tanpa tujuan yang pasti. Kami menanyakan pada polisi tentang penginapan. Polisi itu menunjukkan arah senen. Kami berjalan tanpa jelas arahnya. Di persimpangan jalan kami harus menentukan mau berjalan lurus atau belok kiri. Kami memutuskan untuk berjalan lurus. Mungkin aneh untuk beberapa masyarakat Ibukota, melihat kami berkerudung, karena sepanjang jalan kami terus diganggu. Panjang sekali perjalanan kami, hingga kami sampai di Pademangan. Parahnya, dan itu membuatku tidak sanggup menahan tawa, ternyata setelah berjalan jauh, kami kembali ke daerah dimana kami memulai perjalanan. Oh Tuhan, tidak sadar rasanya kami saat itu. Jalan terakhir yang kami tempu adalah naik bajaj, yah setelah beberapa tawaran bantuan sepanjang perjalanan kami. Mulai dari dipaksa seorang pengendara motor untuk menumpang, diikuti mobil karena ingin diberi tumpangan, sampai beberapa tawaran naik bajaj. Kami menanyakan penginapan pada sopir bajaj tersebut. Sopir itu bersedia mengantarkan kami ke penginapan. Berputar-putar, dan herannya semua hotel penuh. Mengerikan sekali hotel-hotel itu, seperti untuk orang-orang yang butuh beberapa jam untuk mendiami kamar. Hotel murah penuh semua. Sopir bajaj itu menawarkan hotel mahal dan kaget bukan main saat mengetahui kalau biaya semalamnya mencapai 600ribu. Gila aja, bisa buat makan sebulan di Bogor, hahaha <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kami memutuskan untuk pulang ke Bogor saat itu juga. Pukul 12.30 kalau tidak salah. Sopir bajaj bersedia mengantarkan kami ke kampung melayu untuk mencari kendaraan. Sampai di tujuan kendaraan yang kami cari tidak ada. Ada ojek yang menawarkan jasa dengan ongkos 20ribu untuk ke UKI. Tapi kami menolak dan kami naik taxi. Kami mengucapkan terima kasih pada sopir bajaj itu, karena telah menolong kami.</p>
<p>Di dalam taxi kami semakin kalang kabut melihat argo yang terus berjalan tanpa henti. 10ribu, 20ribu, dan akhirnya berhenti di angka 31ribu. Oh God, uangku&#8230;</p>
<p>Di UKI kami naik mobil jurusan Bogor dengan ongkos 10ribu. Duduk di belakang dan hanya kami berdua kartini yang ada. Huh, menakutkan.Tapi lelah sudah tidak tertahan dan kami tertidur beberapa saat. Akhirnya sampai juga di Bogor, ke Laladon, dan akhirnya Darmaga-Bara-Kosan&#8230;</p>
<p>Benar-benar melelahkan. Bersih-bersih sebentar, nonton TV sambil istirahat. Pengalaman yang luar biasa takkan terlupakan. Menguras tenaga, pikiran, perasaan, dan uang. Sungguh menyenangkan&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi aku harap perjalananku berikutnya tidak seburuk perjalanan ini&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=110&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/07/03/jalan-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa kata mereka???</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/07/02/apa-kata-mereka/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/07/02/apa-kata-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 10:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[My area..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Entah cerita apa yang akan aku hadapi selanjutnya. Kesulitan, kebahagiaan, cobaan, atau apa saja yang mungkin Tuhan berikan padaku. Dulu tidak pernah terpikirkan olehku bahwa aku akan berada di kota ini. Aku pikir seumur hidupku akan aku habiskan di kota &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/07/02/apa-kata-mereka/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=108&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah cerita apa yang akan aku hadapi selanjutnya. Kesulitan, kebahagiaan, cobaan, atau apa saja yang mungkin Tuhan berikan padaku. Dulu tidak pernah terpikirkan olehku bahwa aku akan berada di kota ini. Aku pikir seumur hidupku akan aku habiskan di kota itu, Sumbawa. Kota yang sungguh tidak akan pernah terlupa olehku. Aku tahu dimana aku sekarang, aku tahu siapa aku, dan aku tidak akan pernah lupa asalku.</p>
<p>Begitu banyak cerita yang aku lewati, mulai dari sebelas tahun aku di Sumbawa, sembilan tahun di Cilacap, hingga dua tahun terakhir ini di Bogor.</p>
<p>Jika kota-kota itu bisa berkata, aku sungguh ingin menanyakan apa kata Sumbawa tentangku, apa kata Cilacap tentangku, dan apa kata Bogor tentangku.</p>
<p>Sungguh hidup ini rahasia Illahi. Tak tahu apa yang akan terjadi kemudian. Semua menjadi suratannya. Bahkan pikiranku yang begitu kecil diusiaku yang sudah terlampau jauh untuk dikategorikan remaja. Berusaha ku atur rencana-rencana hidupku, tapi tetaplah Dia yang menentukan.</p>
<p>Apa mungkin ada kota lain yang ingin menilaiku???</p>
<p>Mataram, Denpasar, Surabaya, Jogja, Semarang, Purwokerto, Jakarta, Bandung, atau&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=108&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/07/02/apa-kata-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maaf &amp; Terima Kasihku Padamu&#8230; :)</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/07/02/maaf-terima-kasihku-padamu/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/07/02/maaf-terima-kasihku-padamu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 00:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan memang memberikan hasil sesuai usaha kita. Begitu juga dengan diriku. Hasil akhir yang aku dapatkan sesuai usahaku. Aku sudah berusaha sekuat yang aku mampu. Tapi maaf jika ternyata aku menganaktirikanmu. Sungguh tiada daya untuk mengulang waktu membenahi salahku padamu. &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/07/02/maaf-terima-kasihku-padamu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=105&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan memang memberikan hasil sesuai usaha kita. Begitu juga dengan diriku. Hasil akhir yang aku dapatkan sesuai usahaku. Aku sudah berusaha sekuat yang aku mampu. Tapi maaf jika ternyata aku menganaktirikanmu. Sungguh tiada daya untuk mengulang waktu membenahi salahku padamu. Meski semua sudah sangat terprediksi, tetap saja rasa bersalah ini menggunung sejadi-jadinya. Penyesalan tiada guna&#8230;</p>
<p>Hasil akhir sudah ditetapkan. Aku bersedih karena timpangnya usahaku untuk membuatmu tersenyum manis padaku diakhir. Mungkin kau kecewa padaku. Aku memang telah mengabaikan prosesmu. Dan pada akhirnya kau yang tersisih di antara semuanya. Bahkan kau terpuruk di antara senyum-senyum manis yang lainnya.</p>
<p>Maaf telah mengabaikanmu ! Harap kau mengerti dan bisa memahamiku. Paling tidak itu bisa membantuku untuk bisa merelakan dan mengikhlaskanmu. Aku berjanji tidak akan mengulang hal serupa pada yang lainnya diwaktu mendatang. Tidak peduli bagaimana hasilnya, aku tidak akan pernah mengabaikan mereka seperti aku mengabaikanmu.</p>
<p>Terima kasih karena dalam enam bulan terakhir ini sudah menjadi bagian dari hari-hariku. Kau menyadarkanku betapa tidak satuun dari bagian hidupku bisa aku sisihkan. Semoga kau tidak menyesal pernah bersentuhan denganku. Dan aku harap kau tetap mau mengiringi langkah suksesku, kemarin, sekarang, esok, dan selamanya.</p>
<p>Maafkan aku Komasku, Terima kasih &#8220;Komunikasi Massa&#8221;.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=105&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/07/02/maaf-terima-kasihku-padamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>September&#8230;</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/06/23/september/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/06/23/september/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 13:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertaint]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Ukh, itu bulan kelahiranku. Bulan yang tiap kali aku menyebut nama depanku selalu terngiang-ngiang. September Ceria adalah satu lagu yang selalu mengingatkanku betapa cerianya bulan kelahiranku itu. Ada yang mengatakan bahwa lagu itu diciptakan oleh Vina Panduwinata karna pada bulan &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/06/23/september/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=100&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ukh, itu bulan kelahiranku. Bulan yang tiap kali aku menyebut nama depanku selalu terngiang-ngiang. September Ceria adalah satu lagu yang selalu mengingatkanku betapa cerianya bulan kelahiranku itu. Ada yang mengatakan bahwa lagu itu diciptakan oleh Vina Panduwinata karna pada bulan tersebut begitu banyaknya kelahiran. I hope so&#8230;</p>
<p>Lagu ini yang selalu mengingatkanku betapa hidupku harus selalu ceria <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;September Ceria&#8221;</p>
<p>By: Vina Panduwinata</p>
<p>di pucuk kemarau panjang<br />
yang bersinar menyakitkan<br />
kau datang menghantar<br />
berjuta kesejukan</p>
<p>kasih ..<br />
kau beri udara untuk nafasku<br />
kau beri warna bagi kelabu jiwaku<br />
tatkala butiran hujan<br />
mengusik impian semu<br />
kau hadir di sini<br />
di batas kerinduanku</p>
<p>kasih ..<br />
kau singkap tirai kabut di hatiku<br />
kau isi harapan baru untuk menyongsong<br />
harapan bersama<br />
september ceria .. september ceria ..<br />
september ceria .. september ceria ..<br />
milik kita bersama<br />
ketika rembulan bersinar<br />
di hamparan citra biru<br />
kutatap sebersit isyarat dimatamu</p>
<p>kasih ..<br />
kau sibak sepi di sanubariku<br />
kau bawa dku berani dalam asmara<br />
dan mendamba bahagia<br />
september ceria .. september ceria ..<br />
september ceria .. september ceria ..<br />
milik kita bersama</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=100&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/06/23/september/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Holiday</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/06/22/holiday/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/06/22/holiday/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 22:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertaint]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Dari Cilacap sekarang menetap di Bogor. Bayanganku akan sangat menyenangkan tinggal di kota besar ini. Tapi dengan segudang masalah kota yang dapat meningkatkan tingkat stressku, bagaimana mungkin sekarang aku bisa mengatakan betapa lebih menyenangkannya tinggal di kota ini daripada di &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/06/22/holiday/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=97&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Cilacap sekarang menetap di Bogor. Bayanganku akan sangat menyenangkan tinggal di kota besar ini. Tapi dengan segudang masalah kota yang dapat meningkatkan tingkat stressku, bagaimana mungkin sekarang aku bisa mengatakan betapa lebih menyenangkannya tinggal di kota ini daripada di tempat keluargaku berada saat ini.</p>
<p>Macet, padat, keras&#8230;</p>
<p>Mana bisa aku berkata aku menyukai tempat ini. Aku tetap bahagia dan bertahan di kota ini bukan karna itu, tapi karna betapa pun menyebalkannya suasana yang aku rasakan, tapi suasana yang diberikan orang-orang di sekitarku membuatku mampu untuk tidak berkutik meninggalkan tempat ini.</p>
<p>Kepenatan akan aktivitas sehari-hari kemarin sangat terbayar dengan perjalananku bersama teman-teman sekontrakan ke Bandung dan Puncak.</p>
<p>Mengawali persiapan pada pukul 05.30 dan harus menunggu selama hampir 4 jam untuk seorang teman. Kami memang berangkat pukul 07.00 dari kontrakan, tapi&#8230; akhirnya harus menunggu beberapa jam di stasun Bogor. Alhasil kami sarapan di stasiun dengan menu alakadarnya.</p>
<p>Menunggu memang hal yang paling menyebalkan. Tapi karna menunggu seorang teman, setelah mereka datang, rasa lelah pun hilang. Kami pun berangkat ke Bandung. Rute yang kami tempuh awalnya adalah jalur puncak. Tentu saja akhirnya kami berganti arah dan memutuskan menggunakan rute TOL. Macet tak tertahankan ketika kami akan memasuki jalur puncak. Bisa stress aku kalau saja kami tetap memaksa melewati jalur itu.</p>
<p>Wow.. Adrenalin terpacu kencang !!! Bang sopir menyetis seolah-olah kami sedang berada di sirkuit sentul. Salip sana, salip sini. Hiiiiiiiiiiiiiii..</p>
<p>Perjalanan Bogor-Bandung hanya memakan waktu 3 jam akibat dari ulah pembalap kami. Tujuan utama kami adalah daerah Ciwidey, yaitu Kawah Putih. Berhubung belum ada yang pernah ke sana, kami beberapa kali berhenti untuk menanyakan arah. Bandung juga macet, meski tak separah Bogor. Setelah memasuki daerah Ciwidey, kami beristirahat sejenak di kebun strawbery.</p>
<p>Menyenangkan sekali bisa langsung makan strawbery setelah memetiknya. segeeeeeerrr <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berfoto-foto, bermain, makan strawbery.. asiiikk</p>
<p>Kami juga menyempatkan diri makan bakso malang di dekat kebun. Lalu kami melanjutkan perjalanan setelah selesai solat Dzhuhur. Tanjakan semua rupanya. Dan betapa girangnya kami saat tulisan &#8220;Kawah Putih&#8221; terlihat dari dalam mobil. Uahhh seneeeeng..</p>
<p>Kami masuk untuk membeli tiket dan betapa syoknya kami ketika petugas mengatakan harga tiket per orang Rp 25.000,- dan total kocek yang harus kami keluarkan agar bisa masuk menggunakan mobil kami adalah Rp 210.000,-</p>
<p>Ohh, habislah uang di kantong. Untung saja Kak Rauf (Dini&#8217;s Husband) mau bernego dengan petugas yang memang sengaja mengambil untung dari kami. Kami masuk dengan membayar Rp 150.000,- (simpulkan sendiri !!!)</p>
<p>Jauh juga masuk ke dalam. Sepanjang perjalanan kami sangat bahagia. Dan sesampainya di Kawah Putih, kami bersorak kegirangan. Kami turun dari mobil dan mulai berfoto-foto. Airnya hijau, tapi baunya minta ampun <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekitar 1 jam lebih kami berfoto-foto di sana. Setelah solat Ashar, kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung kota. Tujuan kami berikutnya adalah Ciwalk.</p>
<p>Dalam perjalanan Ciwalk penyakit kampungku kambuh. Gara-gara macet, aku muntah. Huaaahhh, sebel. Untung macetnya cepat berakhir. Kami berbelanja, makan, dan jalan-jalan di Ciwalk. Makannya makanan kesukaanku, ayam goreng. Tepat pukul 21.30 kami beranjak untuk kembali ke Bogor. Karna lelah, kami pun tertidur. Sesampainya di Puncak, kami berhenti untuk bermain sebentar, kira-kira jam 12 malam. Dingin minta ampun.. Kami pun membeli sekoteng, dan sedikit membantu.</p>
<p>Perjalanan dilanjutkan, kami pun tiba di Darmaga pukul 12.30.</p>
<p>Semua lelah, kami pun beristirahat&#8230;</p>
<p>Thx Fami, Putri, Pipit, Dini, Rani, Fida, Kak Rauf untuk jalan-jalannya. Aku suka banget <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=97&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/06/22/holiday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Mama nangis yaaa???&#8221;</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/06/21/mama-nangis-yaaa/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/06/21/mama-nangis-yaaa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 10:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[My area..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Ini catatan yang aku buat beberapa waktu lalu di Facebook-ku.. *** Pagi ini aku mendengarkan sebuah MP3 dan tiba-tiba saja aku teringat kejadian beberapa waktu yang lalu saat aku akan membayar belanjaan di salah satu mini market di daerah Bara, &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/06/21/mama-nangis-yaaa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=89&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini catatan yang aku buat beberapa waktu lalu di Facebook-ku..</p>
<p>***</p>
<p>Pagi ini aku mendengarkan sebuah MP3 dan tiba-tiba saja aku teringat kejadian beberapa waktu yang lalu saat aku akan membayar belanjaan di salah satu mini market di daerah Bara, Darmaga. Aku mengantri tepat di belakang seorang ibu yang sedang menggandeng tangan anaknya yang mungkin seusia anak TK. Anak perempuan itu memegang beberapa makanan di tangannya. Lama menunggu antrian, tiba-tiba si anak mengatakan &#8220;Ma, mama kenapa?&#8221;, si ibu hanya menoleh ke arah anak perempuan itu. &#8220;Mama nangis ya?&#8221;, si ibu tetap tidak menjawab. Lalu si anak sedikit menarik baju si ibu. &#8220;Mama kenapa nangis?&#8221; tuntut si anak lagi. &#8220;Ga nangis ko&#8221;, akhirnya si ibu menjawab juga seraya memegang matanya dengan sebelah tangannya. &#8220;Mama nangis ya? Kenapa?&#8221;, si anak terus saja menuntut penjelasan dari si ibu. &#8220;Ga, mama kelilipan. Sini jajannya, dibayar.&#8221;, si ibu mengambil belanjaan dari anak perempuan itu. Anak itu pun diam dengan tetap mengawasi si ibu.</p>
<p>Sepele memang, tapi ada satu hal yang mungkin tidak akan pernah terlupa olehku&#8230;<br />
Saat si anak menanyakan kenapa si ibu menangis, tatapannya luar biasa menyorotkan kekhawatiran yang mendalam. Betapa anak sekecil itu bisa menjadi begitu sedih manakala ibunya terlihat berduka.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan kita?<br />
Rindukah kita ketika mengingat betapa begitu banyak air mata yang diteteskan ibu untuk kita&#8230;???</p>
<p>Ibuku adalah pahlawanku<br />
Ibuku adalah wanita terkuat<br />
Ibuku adalah idolaku<br />
Ibuku adala orang terhebat di dunia ini</p>
<p>I love my Mom&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=89&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/06/21/mama-nangis-yaaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta..</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/06/21/cinta/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/06/21/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 09:49:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[My area..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya dia slalu aku pandangi, selalu aku banggakan Bertahun-tahun rasa itu tersimpan di dada Bahkan mungkin sejak aku belum mengerti apa itu cinta Meski akhirnya harus terpisah oleh ruang dan waktu Apakah dia akan tau getaran dalam dada ini? *** &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/06/21/cinta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=86&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya dia slalu aku pandangi, selalu aku banggakan</p>
<p>Bertahun-tahun rasa itu tersimpan di dada</p>
<p>Bahkan mungkin sejak aku belum mengerti apa itu cinta</p>
<p>Meski akhirnya harus terpisah oleh ruang dan waktu</p>
<p>Apakah dia akan tau getaran dalam dada ini?</p>
<p>***</p>
<p>Dia..</p>
<p>Yang sejak pandangan pertama membuat mataku tak ingin lepas darinya</p>
<p>Yang membuat jantungku berdetak walaupun malu ini menggunung</p>
<p>Padanya kuberikan hatiku</p>
<p>Lama sekali rasanya ku pendam semua itu</p>
<p>Sampai akhirnya aku harus menyerah di tengah tajamnya kenanganku tentang dirinya</p>
<p>***</p>
<p>Dan dia..</p>
<p>Yang tiba-tiba datang mengisi kehampaan hatiku</p>
<p>Datang memberikan kebahagiaan dalam setiap denyut jantungku</p>
<p>Selalu bahagia dan ingin berada di sampingnya</p>
<p>Meski hati ini selalu bertanya, apakah dia menginginkanku?</p>
<p>*****</p>
<p>Sungguh tiada hati sanggup melupakan mereka yang terdahulu</p>
<p>Tapi tatkala dia ada di sampingku, seolah-olah tiada kuasa untuk menyisipkan sedikit pun kenangan tentang yang lain</p>
<p>Cinta itu masih ada, masih ada untuk mereka yang pertama dan kedua</p>
<p>Untuk mereka yang pernah singgah di hatiku meski hanya sebatas harapan</p>
<p>Tapi sekarang, dirinya memenuhi pikiranku, merasuk ke dalam aliran darahku</p>
<p>Betapa tiada keberanian memandangnya seperti awal aku mengenalnya</p>
<p>Masih tak sanggup aku menentukan rasa ini</p>
<p>Masih ragu aku untuk menyambut kebahagiaan ini</p>
<p>Aku takut cinta sendiri</p>
<p>Berusaha ku hapus rasa ini</p>
<p>Tapi semakin kuat aku berusaa, semakin menyebar beas hapusan itu</p>
<p>Apakah ini CINTA?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=86&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/06/21/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Sumbawa Besar&#8221; vs &#8220;Cilacap&#8221;</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/05/20/sumbawa-besar-vs-cilacap/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/05/20/sumbawa-besar-vs-cilacap/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 15:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[My area..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Sumbawa Besar??? Mmm, itu nama kota kelahiranku. Kota yang luar biasa indahnya. Sangat menakjubkan. Kota yang penuh dengan kearifan lokal, kehidupan masyarakat yang sangat bersahaja. Sungguh tiada duanya&#8230; Kalau Cilacap??? Wow, kota yang satu ini adalah ibukota dari kabupaten terluas &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/05/20/sumbawa-besar-vs-cilacap/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=77&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Sumbawa Besar" href="http://translate.google.co.id/translate?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://en.wikipedia.org/wiki/Sumbawa_Besar&amp;ei=UlD1S-_xDYbHrAfG9L3WCg&amp;sa=X&amp;oi=translate&amp;ct=result&amp;resnum=9&amp;ved=0CDcQ7gEwCA&amp;prev=/search%3Fq%3D%2522sumbawa%2Bbesar%2522%26hl%3Did%26prmd%3Dim">Sumbawa Besar</a>???</p>
<p>Mmm, itu nama kota kelahiranku. Kota yang luar biasa indahnya. Sangat menakjubkan. Kota yang penuh dengan kearifan lokal, kehidupan masyarakat yang sangat bersahaja. Sungguh tiada duanya&#8230;</p>
<p>Kalau <a title="Cilacap Bercahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Cilacap">Cilacap</a>???</p>
<p>Wow, kota yang satu ini adalah ibukota dari kabupaten terluas di Jawa Tengah. Ini dia tempatku bermukim sejak usia 12 tahun. Pindah dari Sumbawa Besar ke Cilacap memberikan banyak pengalaman berharga bagiku.</p>
<p>Dua kota yang&#8230; sungguh takkan pernah terlupa olehku <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="text-decoration:line-through;">Samawa_Sabalong Samalewa</span> and <span style="text-decoration:line-through;">Cilacap Bercahaya</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=77&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/05/20/sumbawa-besar-vs-cilacap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Piala Thomas dan Uber 2010</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/05/19/piala-thomas-dan-uber-2010/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/05/19/piala-thomas-dan-uber-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 15:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertaint]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Piala Thomas dan Uber 2010 adalah turnamen Piala Thomas ke-26 dan Piala Uber ke-23 . Turnamen ini adalah salah satu turnamen penting dan juga prestisius di ajang olahraga turnamen bulu tangkis untuk tim putra dan putri. Babak final turnamen ini &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/05/19/piala-thomas-dan-uber-2010/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=74&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Piala Thomas dan Uber 2010</strong> adalah turnamen <a title="Piala Thomas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Thomas">Piala Thomas</a> ke-26 dan <a title="Piala Uber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Uber">Piala Uber</a> ke-23 . Turnamen ini adalah salah satu turnamen penting dan juga prestisius di ajang olahraga turnamen <a title="Bulu tangkis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis">bulu tangkis</a> untuk tim putra dan putri.</p>
<p>Babak final turnamen ini diadakan pada 9 Mei sampai dengan 16 Mei di <a title="Stadion Putra (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stadion_Putra&amp;action=edit&amp;redlink=1">Stadion Putra</a> di <a title="Kuala Lumpur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuala_Lumpur">Kuala Lumpur</a>, <a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia">Malaysia</a>.</p>
<p><a title="Tim nasional bulu tangkis Cina (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tim_nasional_bulu_tangkis_Cina&amp;action=edit&amp;redlink=1">Cina</a> memenangkan Piala Thomas setelah mengalahkan <a title="Tim nasional bulu tangkis Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tim_nasional_bulu_tangkis_Indonesia">Indonesia</a> dengan skor 3–0. Sementara <a title="Tim nasional bulu tangkis Korea Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tim_nasional_bulu_tangkis_Korea_Selatan">Korea Selatan</a> memenangkan Piala Uber setelah mengalahkan <a title="Tim nasional bulu tangkis Cina (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tim_nasional_bulu_tangkis_Cina&amp;action=edit&amp;redlink=1">Cina</a> dengan skor 3–1.</p>
<p>Ini adalah video pertandingan emifinal antara Indonesia dan Jepang&#8230; (<a title="Semifinals Thomas Cup 2010" href="http://www.youtube.com/watch?v=TObVSV9xj0o">Semifinals Indonesia vs Japan</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=74&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/05/19/piala-thomas-dan-uber-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makalah&#8217;Ku&#8230;</title>
		<link>http://septiak.wordpress.com/2010/05/10/makalahku/</link>
		<comments>http://septiak.wordpress.com/2010/05/10/makalahku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 12:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Septi Kuswandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://septiak.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[PERAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK ﻿ Disusun Oleh: Septi Agusning Kuswandari (I34080138) *** DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010 ******************************************************** ****************************** ************** **** PENDAHULUAN Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk &#8230; <a href="http://septiak.wordpress.com/2010/05/10/makalahku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=68&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>PERAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK</strong></p>
<p style="text-align:center;">﻿<span id="more-68"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Disusun Oleh:</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Septi Agusning Kuswandari (I34080138)</strong></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>INSTITUT PERTANIAN BOGOR</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>2010</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>********************************************************</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>******************************</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>**************</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>****</strong></p>
<h1 style="text-align:center;">PENDAHULUAN</h1>
<h2 style="text-align:center;"><span style="text-decoration:line-through;"><strong>Latar Belakang</strong></span></h2>
<p>Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Pendidikan berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran. Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam dan sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi. Pendidikan anak bukan hanya di sekolah, tetapi di rumah dan di masyarakat sekitar kita. Orangtua harus berusaha membangun fondasi yang kuat untuk anak termasuk mental-spiritualnya. Orang tua harus dapat menjadi teladan yang baik untuk anak. Apapun usaha dan harapan orangtua pada anak harus diingat bahwa itu adalah kehidupan anak bukan milik orang tua sehingga peran orang tua hanya terbatas pada membimbing dan mengajari anak agar anak kreatif dan mandiri.</p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="text-decoration:line-through;"><strong>Rumusan Masalah</strong></span></h2>
<ol>
<li style="text-align:left;">Apa yang dimaksud dengan pendidikan?</li>
<li>Bagaimana pendidikan di Indonesia?</li>
<li>Apa saja peran keluarga terhadap pendidikan anak?</li>
<li>Adakah manfaat pendidikan bagi anak?</li>
</ol>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Tujuan</span></strong></h2>
<ol>
<li>Untuk mengetahui makna dari pendidikan</li>
<li>Untuk mengetahui tentang pendidikan di Indonesia</li>
<li>Untuk mengetahui peran keluarga terhadap pendidikan anak</li>
</ol>
<p>4.   Untuk mengetahui manfaat pendidikan</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Manfaat</span></strong></h2>
<ol>
<li>Mengetahui makna dari pendidikan</li>
<li>Mengetahui tentang pendidikan di Indonesia</li>
<li>Mengetahui peran keluarga terhadap pendidikan anak</li>
</ol>
<p>4.  Mengetahui manfaat pendidikan anak</p>
<h1 style="text-align:center;">TINJAUAN PUSTAKA</h1>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Pendidikan</span></strong></h2>
<p>Pendidikan berasal dari kata Pedagogia (Yunani) yang terdiri dari kata Paedos (anak) dan Agoge (saya membimbing) yang menunjuk kepada seorang pelayan pada zaman Yunani kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak ke dan dari sekolah. Dalam pengertian yang sederhana dan umum, pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan, baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam kompetisi kehidupannya. Pendidikan adalah pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk menuju kearah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya. Pendidikan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan kemanusiaannya agar mampu berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (Insan Cerdas dan Kompetitif).</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Pola Ajar Keluarga</span></strong></h2>
<p>Sesungguhnya pendidikan yang utama dan pertama bagi anak berada di rumah bersama orang tua (Ayah dan Ibu). Indikatornya adalah : (1) orang tua (Ayah dan Ibu) merupakan orang yang paling bertanggungjawab terhadap perkembangan anak-anaknya, (2) orang tua (Ayah dan Ibu) merupakan orang yang pertama berinteraksi dengan anak-anaknya sebelum mereka berinteraksi dengan orang lain, (3) lingkungan keluarga merupakan lingkungan terdekat (micro sistem) yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak, dan (4) waktu yang dimiliki oleh anak lebih banyak dihabiskan di rumah bersama orang tua (Ayah dan Ibu). Dengan demikian pemberian asah, asih dan asuh kepada anak menjadi tanggungjawab utama bagi orang tua (Ayah dan Ibu).</p>
<p>Hasil penelitian yang dilakukan The Reiner Foundation tahun 1999, menyebutkan bahwa ada 10 hal yang dapat dilakukan orang tua (Ayah dan Ibu) untuk meningkatkan status kesehatan dan perkembangan otak anak (asah), yaitu dengan cara : (1) memberi rangsangan berupa kehangatan dan cinta yang tulus, (2) memberi pengalaman langsung dengan menggunakan inderanya (penglihatan, pendengaran, perasa, peraba, penciuman), (3) interaksi melalui sentuhan, (4) interaksi melalui pelukan, (5) interaksi melalui senyuman, (6) interaksi melalui nyanyian, (7) mendengarkan dengan penuh perhatian, (8) menaggapi ocehan anak, (9) mengajak bercakap-cakap dengan suara yang lembut, dan (10) memberi rasa aman.</p>
<p>Gunarsa (1993) juga menyatakan bahwa keluarga merupakan kelompok sosial yang bersifat abadi, keluarga merupakan tempat yang paling penting dimana anak memperoleh dasar dalam membentuk kemampuannya. Hal ini menyiratkan bahwa orang tua sebagai orang yang pertama berinteraksi dengan anak menjadi kunci utama dalam membentuk sikap dan kepribadian anak. Sikap orang tua sangat mempengaruhi cara mereka memperlakukan anak, oleh karena peran yang dimainkan orang tua terhadap anak sangat menentukan sikap dan kepribadian anak kelak.</p>
<p>Di sisi lain, secara yuridis, dengan tegas dinyatakan bahwa orang tua merupakan orang yang paling bertanggungjawab terhadap kesejahteraan anak. Hal ini termaktub dalam pasal 9 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang secara tegas menyatakan bahwa orang tua adalah yang pertama-tama bertanggungjawab atas terwujudnya kesejahteraan anak baik secara rohani, jasmani maupun sosial. Bahkan di dalam pasal 10 dinyatakan, bahwa bila orang tua yang terbukti melalaikan tanggungjawabnya sebagaimana dalam pasal 9 sehingga mengakibatkan timbulnya hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, dapat dicabut kuasa asuhnya sebagai orang tua terhadap anaknya.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:line-through;"><strong>Pendidikan di Indonesia</strong></span></p>
<p>Pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab Departemen Pendidikan Nasional Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia / Depdiknas), sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia / Depdikbud). Di Indonesia, semua warga negara harus melakukan sembilan tahun pendidikan wajib, enam tahun pada tingkat SD dan tiga di sekolah menengah. Dari lahir sampai usia 3 tahun, anak-anak Indonesia umumnya tidak memiliki akses ke pendidikan formal. Dari usia 3 sampai 4 atau 5, mereka menghadiri TK (Taman Kanak-Kanak). Pendidikan ini tidak wajib bagi warga negara Indonesia, sebagai tujuan ini adalah untuk mempersiapkan mereka untuk sekolah dasar. Mayoritas TK adalah swasta sekolah, dengan lebih dari empat puluh nine thousand kindergartens, 99,35% dari total TK di Indonesia, swasta dioperasikan. Tahun-tahun TK biasanya dibagi menjadi &#8220;Kelas A&#8221; dan &#8220;Kelas B&#8221; pengeluaran siswa setahun di kelas masing-masing. Tingkat pendidikan merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia, berdasarkan konstitusi nasional. Berbeda dengan sebagian besar menjalankan TK secara pribadi, kebanyakan sekolah dasar pemerintah dioperasikan sekolah umum, akuntansi untuk 93% dari semua sekolah dasar di Indonesia<strong><em>.</em></strong> Beberapa sekolah menawarkan program pembelajaran dipercepat, dimana siswa yang melakukan juga bisa menyelesaikan sekolah dasar dalam lima tahun. SMP (Sekolah Menengah Pertama) adalah bagian dari pendidikan dasar di Indonesia. Setelah tiga tahun bersekolah dan lulus, siswa dapat melanjutkan ke Sekolah Tinggi atau College , atau berhenti pendidikan formal. Ada sekitar 22.000 sekolah di Indonesia dengan kepemilikan yang seimbang antara sektor publik dan swasta. SMA (Sekolah Menengah Atas) and SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) . Di Indonesia , umumnya dikenal sebagai singkatan &#8220;SMA&#8221; (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). SMA/SMU differ than SMK in their studies. SMA / SMU berbeda dari SMK dalam studi mereka. Para siswa di SMU siap untuk maju ke pendidikan tersier sementara siswa SMK dipersiapkan untuk siap bekerja setelah menyelesaikan sekolah mereka tanpa pergi ke universitas / perguruan tinggi. Berdasarkan konstitusi nasional, warga negara Indonesia tidak harus menghadiri sekolah tinggi sebagai warga hanya membutuhkan sembilan tahun pendidikan. Setelah lulus dari sekolah atau perguruan tinggi, siswa dapat menghadiri sebuah universitas (pendidikan tinggi). Institusi pendidikan yang lebih tinggi dikategorikan dalam dua jenis: publik dan swasta yang diawasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ada 3 jenis lembaga pendidikan tinggi: Universitas, Institut dan Akademi atau perguruan tinggi.</p>
<h1 style="text-align:center;">PEMBAHASAN</h1>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Pengertian Pendidikan</span></strong></h2>
<p>Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan, baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan.</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Perkembangan Pendidikan di Indonesia</span></strong></h2>
<p>Di Indonesia, semua warga negara harus menjalani program sembilan tahun pendidikan wajib, enam tahun pada tingkat SD dan tiga di sekolah menengah. Dari lahir sampai usia 3 tahun, anak-anak Indonesia umumnya tidak memiliki akses ke pendidikan formal. Dari usia 3 sampai 4 atau 5, mereka menghadiri TK (Taman Kanak-Kanak). Pendidikan ini tidak wajib bagi warga negara Indonesia, sebagai tujuan ini adalah untuk mempersiapkan mereka untuk sekolah dasar. Tingkat pendidikan merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia, berdasarkan konstitusi nasional. Setelah Tk, anak memasuki jenjang pendidikan SD. Beberapa sekolah menawarkan program pembelajaran dipercepat, dimana siswa yang melakukan juga bisa menyelesaikan sekolah dasar dalam lima tahun. SMP (Sekolah Menengah Pertama) adalah bagian dari pendidikan dasar di Indonesia. Setelah tiga tahun bersekolah dan lulus, siswa dapat melanjutkan ke Sekolah Tinggi atau College , atau berhenti pendidikan formal. SMA / SMU berbeda dari SMK dalam studi mereka. Para siswa di SMU siap untuk maju ke pendidikan tersier sementara siswa SMK dipersiapkan untuk siap bekerja setelah menyelesaikan sekolah mereka tanpa pergi ke universitas / perguruan tinggi. Berdasarkan konstitusi nasional, warga negara Indonesia tidak harus menghadiri sekolah tinggi sebagai warga hanya membutuhkan sembilan tahun pendidikan. Setelah lulus dari sekolah atau perguruan tinggi, siswa dapat menghadiri sebuah universitas (pendidikan tinggi). Institusi pendidikan yang lebih tinggi dikategorikan dalam dua jenis: publik dan swasta yang diawasi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ada 3 jenis lembaga pendidikan tinggi: Universitas, Institut dan Akademi atau perguruan tinggi.</p>
<p>Menteri pendidikan nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengemukakan, seiring dengan adanya fakta-fakta di lapangan maka trjadi pergeseran-pergeseran paradigma di dunia pendidikan. Menurutnya, ada beberapa pergeseran paradigma yang harus dicermati. Pergeseran-pergeseran tersebut adalah wajib belajar sembilan tahun berubah menjadi hak belajar sembilan tahun, kesetaraan dalam pendidikan, pentingnya pendidikan yang komprehensif atau holistik, sekolah-sekolah negeri kedepannya akan berubah menjadi sekolah publik, adanya perubahan dasar pemikiran lembaga-lembaga pendidikan.</p>
<p>Hal yang belakangan ini dibahas negara adalah percepatan pemerataan pendidikan nasional, strategi penerapan standar pelayanan minimal dan standar nasional pendidikan, peningkatan peran tenaga pendidik serta pengadaan dan penyebaran yang merata, penyelarasan pendidikan untuk membangun manusia yang berdaya saing, penguatan peran pendidikan dalam upaya peningkatan akhlak mulia dan pembangunan karakter bangsa.</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak</span></strong></h2>
<p>Secara empiris sejauh ini para orangtua atau calon orang tua pada umumnya belum dipersiapkan untuk menjadi orang tua yang sesungguhnya, dalam arti orang tua yang mampu memberi layanan pendidikan dan pengasuhan anak yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Sebagian besar para orangtua atau calon orang tua belum pernah dibekali tambahan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan tentang bagaimana cara memberi stimulasi pendidikan dan pengasuhan kepada anak yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan demikian, mereka (para orang tua) ketika mempunyai keturunan (anak), pada umumnya belum siap untuk mendidik dan mengasuhnya, karena rata-rata mereka (para orangtua) belum mempunyai pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang cukup tentang pendidikan anak usia dini. Akibatnya dapat diprediksi, bahwa dalam memberi stimulasi pendidikan dan pengasuhan, mereka cenderung menggunakan pendekatan yang alamiah (apa adanya) bak air mengalir. Stimulasi pendidikan dan pengasuhan yang diberikan pada umumnya mengacu kepada pendidikan yang selama ini pernah diterima dari orang tua mereka yang nota bene kurang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.</p>
<p>Pada dasarnya setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang menjadi orang yang matang dan dewasa secara sosial. Sehingga apa pun jenis pengasuhan yang diterapkan orangtua tentu bertujuan untuk mencapai hal tersebut. Namun, seringkali orangtua lupa bahwa ada pola pengasuhan yang justru dapat membawa dampak negatif bagi anak. Untuk itu, guna mewujudkan generasi yang handal di era yang semakin kompetitif dan global, para orangtua harus mempunyai bekal pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang memadai dalam mendidik dan mengasuh buah hati mereka.</p>
<p>Kohn (dalam Krisnawati, 1997), menyatakan bahwa pola asuh merupakan sikap orangtua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Sikap orangtua ini meliputi cara orangtua memberikan aturan-aturan, hadiah maupun hukuman, cara orangtua menunjukkan otoritasnya dan juga cara orangtua memberikan perhatian serta tanggapan terhadap anak.</p>
<p>Sementara Theresia Indira Shanti, (http://www.tabloid-nakita.com), menyatakan bahwa pola asuh merupakan pola interaksi antara orangtua dan anak. Lebih jelasnya, yaitu bagaimana sikap atau perilaku orangtua saat berinteraksi dengan anak. Termasuk caranya menerapkan aturan, mengajarkan nilai/norma, memberikan perhatian dan kasih sayang serta menunjukkan sikap dan perilaku yang baik sehingga dijadikan contoh/panutan bagi anaknya.</p>
<p>Dengan demikian, secara sederhana dapat dikatakan bahwa pola asuh merupakan proses interaksi antara anak dengan orangtua dalam pembelajaran dan pendidikan yang nantinya sangat bermanfaat bagi aspek pertumbuhan dan perkembangan anak.</p>
<p>Secara garis besar, pola asuh orang tua dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu :</p>
<p>1) Pola Asuh Otoriter.</p>
<p>Dalam pola asuh ini orang tua berperan sebagai arsitek., cenderung menggunakan pendekatan yang bersifat diktator, menonjolkan wibawa, menghendaki ketaatan mutlak. Anak harus tunduk dan patuh terhadap kemauan orang tua. Apapun yang dilakukan oleh anak ditentukan oleh orang tua. Anak tidak mempunyai pilihan dalam melakukan kegiatan yang ia inginkan, karena semua sudah ditentukan oleh orang tua. Tugas dan kewajiban orang tua tidak sulit, tinggal menentukan apa yang diinginkan dan harus dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan oleh anak. Selain itu, mereka beranggapan bahwa orang tua harus bertanggungjawab penuh terhadap perilaku anak dan menjadi orang tua yang otoriter merupakan jaminan bahwa anak akan berperilaku baik. Selain itu, dampak dari pengasuhan yang otoriter adalah anak merasa tertekan, dan penurut. Mereka tidak mampu mengendalikan diri, kurang dapat berpikir, kurang percaya diri, tidak bisa mandiri, kurang kreatif, kurang dewasa dalam perkembangan moral, dan rasa ingin tahunya rendah.</p>
<p>Dengan demikian pengasuhan yang otoriter akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak kelak yang pada gilirannya anak sulit mengembangkan potensi yang dimiliki, karena harus mengikuti apa yang dikehendaki orangtua, walau bertentangan dengan keinginan anak. Pola asuh ini juga dapat menyebabkan anak menjadi depresi dan stres karena selalu ditekan dan dipaksa untuk menurut apa kata orangtua, padahal mereka tidak menghendaki. Untuk itu sebaiknya setiap orangtua menghindari penerapan pola asuh otoriter ini.</p>
<p>2) Pola Asuh Demokratis (Authoritative)</p>
<p>Dalam pola asuh ini, orang tua memberi kebebasan yang disertai bimbingan kepada anak. Orang tua banyak memberi masukan-masukan dan arahan terhadap apa yang dilakukan oleh anak. Orang tua bersifat obyektif, perhatian dan kontrol terhadap perilaku anak. Dalam banyak hal orang tua sering berdialog dan berembuk dengan anaktentang berbagai keputusan. Menjawab pertanyaan amak dengan bijak dan terbuka. Orangtua cenderung menganggap sederajat hak dan kewajiban anak dibanding dirinya. Pola asuh ini menempatkan musyawarah sebagai pilar dalam memecahkan berbagai persoalan anak, mendukung dengan penuh kesadaran, dan berkomunikasi dengan baik.</p>
<p>Pola Demokratis (authoritative) mendorong anak untuk mandiri, tetapi orang tua harus tetap menetapkan batas dan kontrol. Orang tua biasanya bersikap hangat, dan penuh welas asih kepada anak, bisa menerima alasan dari semua tindakan anak, mendukung tindakan anak yang konstruktif.</p>
<p>Anak yang terbiasa dengan pola asuh Demokratis (authoritative) akan membawa dampakmenguntungkan. Di antaranya anak akan merasa bahagia, mempunyai kontrol diri dan rasa percaya dirinya terpupuk, bisa mengatasi stres, punya keinginan untuk berprestasi dan bisa berkomunikasi, baik dengan teman-teman dan orang dewasa. Anak lebih kreatif, problem solvinya baik, komunikasi lancar, tidak rendah diri, dan berjiwa besar.</p>
<p>Penerapan pola demokratis berdampak positif terhadap perkembangan anak kelak, karena anak senantiasa dilatih untuk mengambil keputusan dan siap menerima segala konsekuensi dari keputusan yang diambil. Dengan demikian potensi yang dimiliki anak dapat berkembang secara optimal, karena anak melakukan segala aktivitas sesuai dengan kehendak dan potensinya. Sementara orangtua memberikan kontrol dan bimbingan manakala anak melakukan hal-hal negatif yang dapat merusak kepribadian anak</p>
<p>3) Pola Asuh Permisif</p>
<p>Pola asuh ini memperlihatkan bahwa orang tua cenderung menghindari konflik dengan anak, sehingga orang tua banyak bersikap membiarkan apa saja yang dilakukan anak. Orangtua bersikap damai dan selalu menyerah pada anak, untuk menghindari konfrontasi. Orang tua kurang memberikan bimbingan dan arahan kepada anak. Anak dibiarkan berbuat sesuka hatinya untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan. Orang tua tidak peduli apakah anaknya melakukan hal-hal yang positif atau negatif, yang penting hubungan antara anak dengan orang tua baik-baik saja, dalam arti tidak terjadi konflik dan tidak ada masalah antara keduanya. Menurut Diana Baumrind, pola asuh ini disebut juga pola asuh neglectful (si cuek). Apa), pun yang terjadi, terjadilah, tanpa orang tua menaruh peduli sama sekali. Anak mau sekolah terserah, tidak sekolah juga terserah. Apa saja yang ingin dilakukan anak, orang tua membolehkannya. Kalau ia harus berangkat kerja saat itu, ya ia tetap berangkat ke kantor, tanpa peduli anak akan menentukan pilihan yang mana, orangtua bersikap serba membolehkan (http://www.tabloid-nakita.com) Pola neglectful adalah pola dimana orang tua tidak mau terlibat dan tidak mau pula pusing-pusing memedulikan kehidupan anaknya. Jangan salahkan bila anak menganggap bahwa aspek-aspek lain dalam kehidupan orang tuanya lebih penting daripada keberadaan dirinya. Walaupun tinggal di bawah atap yang sama, bisa jadi orang tua tidak begitu tahu perkembangan anaknya. Pola asuh seperti ini tentu akan menimbulkan serangkaian dampak buruk. Di antaranya anak akan mempunyai harga diri yang rendah, tidak punya kontrol diri yang baik, kemampuan sosialnya buruk, dan merasa bukan bagian yang penting untuk orang tuanya. Bukan tidak mungkin serangkaian dampak buruk ini akan terbawa sampai ia dewasa. Tidak tertutup kemungkinan pula anak akan melakukan hal yang sama terhadap anaknya kelak. Akibatnya, masalah menyerupai lingkaran setan yang tidak pernah putus. mengasuh anak, orangtua hendaknya bersikap arif dan bijaksana, tidak ekstrim terhadap salah satu pola asuh yang ada, dalam arti mampu memberi pengasuhan sesuai dengan apa yang sedang dilakukan anak dan apa harapan orangtua. Jadi orangtua dapat menerapkan ketiga pola asuh tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi, kapan menerapkan pola asuh otoriter, demokratis dan permisif.</p>
<p>Dalam konteks pengasuhan anak, A.M Ginoot, membagi pola asuh dalam tiga daerah, yaitu daerah hijau, kuning dan merah. Artinya : (1) Jika anak sedang melakukan kegiatan di daerah hijau, yaitu kegiatan yang dikehendaki orangtua (sesuai dengan nilai atau norma yang ada), maka orangtua dapat menerapkan pola asuh permisif, (2) Jika anak melakukan kegiatan di daerah merah yaitu kegiatan yang tidak dikehendaki orang tua (bertentangan dengan nilai atau norma yang ada) , maka dapat menerapkan pola asuh otoriter, dan (3) Jika anak melakukan kegiatan di daerah kuning (daerah antara hijau dan merah), yaitu daerah dimana seharusnya dilarang, namun masih dapat ditolerir , maka dapat menerapkan pola asuh demokratis.</p>
<p>Namun demikian, di daerah manapun anak-anak melakukan kegiatan, apakah di daerah hijau, kuning atau merah, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun, sebaiknya orangtua menerapkan pola asuh demokratis. Jika anak-anak dibesarkan dan diasuh dengan pola asuh yang demokratis, niscaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Seluruh potensi yang dimiliki anak dapat dikembangkan secara optimal. Dengan demikian pada gilirannya nanti anak-anak yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia dapat terwujud. Dampak positif yang akan muncul adalah terwujudnya suatu tatanan masyarakat yang baik, saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi, saling mengasihi, masyarakat yang terbuka, berpikiran positif, jujur, dan.mempunyai toleransi yang b aik.</p>
<p>Hurlock (1978), menyatakan bahwa ada 10 sumbangan yang dapat diberikan oleh keluarga (orang tua) kepada anak, yaitu : (1) perasaan aman, (2) pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis, (3) sumber kasih sayang dan penerimaan, (4) model perilaku yang disetujui guna belajar menjadi sosial, (5) bimbingan dalam pengembangan pola perilaku yang disetujui secara sosial, (6) bantuan dalam pemecahan masalah anak, (7) bimbingan dan bantuan dalam mempelajari kecakapan – motorik, verbal, dan sosial – yang diperlukan untuk penyesuaian, (8) perangsang kemampuan untuk mencapai keberhasilan di sekolah dan kehidupan sosial, (9) bantuan dalam menetapkan aspirasi yang sesuai dengan minat dan kemampuan, dan (10) sumber persahabatan sampai mereka cukup besar untuk mendapatkan teman di luar rumah atau bila teman di luar tidak ada.</p>
<p>Hal tersebut senada dengan pernyataan Aryatmi (dalam Kartono, 1992) yang menyatakan bahwa keluarga adalah lingkungan hidup pertama dan utama bagi anak. Dalam keluarga anak mendapat rangsangan, hambatan dan pengaruh yang pertama-tama dalam pertumbuhan dan perkembangannya, baik perkembangan biologis maupun perkembangan jiwanya atau pribadinya.</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Manfaat Pendidikan</span></strong></h2>
<p>Orang yang akan mendapat beberapa keuntungan atau manfaat pendidikan yang pertama dan yang paling nyata adalah anak. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga setiap karakteristik tersebut harus dapat dipahami agar mereka dapat mencapai manfaat dalam pendidikan. Sebagai tambahan pengaruh orang lain dalam masyarakat dapat mempengaruhi pendidikan anak, baik secara langsung maupun tidak langsung (keluarga dan teman-teman atau guru). Manfaat yang akan diperoleh anka mudah sekali untuk dijelaskan, anka yang belajar membaca di sekolah lebih baik dari pada mereka yang tidak dapat membaca.</p>
<p>Dalam ekonomi hal ini disebut “manfaat pribadi”. Para ekonom membedakan manfaat pribadi dengan manfaat sosial. Manfaat sosial adalah sesuatu yang dapat mengembangkan orang selain pendidikan. Masyarakat dikatakan lebih baik karena pendidikan mereka.</p>
<p>Karakteristik dan pembawaan umum tertentu dapat dianggap sebagai hasil dari pendidikan, termasuk pemahaman tentang nilai demokrasi sebagai upaya untuk memerangi segala bentukkediktatoran dalam suatu pemerintahan dan kemampuan untuk berpikir kritis dan yang pantas. Keahlian tersebut mungkin menjadi pengaruh tidak langsung dari bidang studi kewarganegaraan, ilmu sosial, sejarah, filsafat, bahasa, dan pengajaran lain.</p>
<p>Manfaat pendidikan diperoleh selama pengalaman dari pendidikan itu sendiri, manfaat pendidikan dapat ditanyakan pada anak setelah mereka melaksanakan pendidikan. Persamaannya seperti manfaat sosial dari mengikuti permainan sepak bola di SMA terjadi selama pengalaman pendidikan.</p>
<p>Penting sekali untuk mengetahui apa manfaat yang meluas dari pendidikan agar dalam mengalokasi sumber tidak hanya antara berbagai macam dan tingkat sekolah tetapi juga antara pendidikan dan juga program sosial. Manfaat pendidikan juga harus dihargai untuk memutuskan bagaimana membiayai pendidikan pada tingkat yang berbeda. Jika manfaat meluas pada masyarakat yang bersekolah, terdapat alas an untuk memajukan pembiayaan sendiri bagi proses pendidikan, bahkan bias dari pinjaman. Manfaat pendidikan juga harus diidentifikasi untuk menginterpretasikan motivasi pendidik. Secara mendasar pengetahuan diperlukan sebagai manfaat pendidikan sehingga proses pendidikan dapat dievaluasi melalui analisis harga manfaat yang berhubungan dengan alokasi dana dan dalam penetapan manajemen.</p>
<p>Salah satu pemikiran dasar untuk pendidikan remaja selalu adalah menjauhkan anak-anak dari jalanan, mengurangi kejahatan, membebaskan orang tua untuk bekerja atau bersenang-senang, dan mengajari anak-anak tentang norma-norma masyarakat. Orangtua mengajari anak-anak bagaimana cara bergaul, berbagi, mengambil giliran (bersabar), berpakaian, dan menyesuaikan diri.</p>
<p>(Schultz,1961) menghipotesiskan bahwa kuantitas dan kualitas pendidikan yang didapat oleh suatu individu memberikan kontribusi pada modal manusianya, yang menghasilkan kapasitasproduksi yang lebih besar. Modal manusia satu individu selalu bergantung pada faktor-faktor disamping pendidikan (seperti; kesehatan, motivasi, kemampuan bawaan, dan status social ekonomi). Bagi sebagian besar individu dan bagi masyarakat secara keseluruhan, pendidikan merupakan investasi yang bagus untuk masa depan anak.</p>
<h1 style="text-align:center;">KESIMPULAN</h1>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Kesimpulan</span></strong></h2>
<p>Dengan demikian, peran orang tua sangat urgen dan strategis dalam membentuk kepribadian dan karakter anak kelak. Orang tua mempunyai andil yang sangat besar dalam menentukan derajat kualitas generasi mendatang sebagai penerus perjuangan bangsa. Orang tua secara mendasar mempunyai peran dan tanggungjawab yang sangat mendasar dalam menentukan kemajuan bangsa dan negara guna mewujudkan negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Hal tersebut sangat bergantung kepada bagaimana orangtua dalam memberi pengasuhan kepada anak-anak mereka</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Saran</span></strong></h2>
<p>Pentingnya peran orang tua harus disadari oleh berbagai pihak, terutama pihak keluarga. Keluarga harus dapat memposisikan diri sebagai tempat pertama bagi anak untuk memperoleh pendidikan sehingga pendidikan yang didapat oleh anak dapat menghasilkan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan anak.</p>
<h1 style="text-align:center;">DAFTAR PUSTAKA</h1>
<p>Harjaningrum Agnes Tri. 2007. <em>Peranan Orang Tua &amp; Praktisi dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak Berbakat melalui Pemahaman Teori dan Tren Pendidikan</em>. Jakarta: Prenada Media  Group.</p>
<p>Santi Danar. 2008. <em>Pendidikan Anak Usia Dini: Antara Teori dan Praktik</em>. Jakarta: Indeks.</p>
<h1><em> </em></h1>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/septiak.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/septiak.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/septiak.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/septiak.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/septiak.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/septiak.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/septiak.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/septiak.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/septiak.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/septiak.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/septiak.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/septiak.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/septiak.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/septiak.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=septiak.wordpress.com&amp;blog=11130753&amp;post=68&amp;subd=septiak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://septiak.wordpress.com/2010/05/10/makalahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ca881a69e1a32f3faf6237bf4813b67?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">septiak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
